Dalam bahasa Mandarin, idiom disebut dengan 成语 (chéngyǔ). Idiom banyak sekali digunakan oleh masyarakat Tiongkok. Dibalik idiom, tentunya ada sebuah kisah legenda yang terdapat di dalamnya. Salah satu idiom terkenal dan sering diucapkan oleh masyarakat di Tiongkok yaitu 愚公移山 (Yúgōngyíshān).
Idiom 愚公移山 (Yúgōngyíshān) mengisahkan tentang seorang kakek bernama 愚公 (Yúgōng) yang sudah berumur 90 tahun. Ia bersama dengan keluarganya bertempat tinggal di sebuah pedesaan. Rumah yang ditinggali diapit oleh dua gunung yang disebut 太行山 (Tàixíngshān) dan 王屋山 (Wáng wūshān). Hal ini menyebabkan saat ia ingin pergi ke desa seberang, ia harus melewati pegunungan dan berjalan dengan sangat jauh.
愚公 (Yúgōng) memiliki pemikiran untuk memindahkan dua gunung tersebut, kemudian ia berunding dengan keluarga. Saat berunding semua keluarga yang awalnya menolak akhirnya menyetujui hal tersebut. 愚公 (Yúgōng) dan keluarga memindahkan gunung dengan cara menggali sedikit demi sedikit, dan batu batu gunung tersebut dibuang di aliran laut. Beberapa orang menghina 愚公 (Yúgōng) karena hal yang dilakukan sangat mustahil, namun 愚公 (Yúgōng) percaya dapat memindahkannya sedikit demi sedikit. Jika ia sudah mati, ia memiliki anak, masih ada cucu, cicit, dan keturunan lain, sampai nanti perlahan lahan gunung menjadi lebih pendek.
Dewa melihat hal ini sangat kagum dan merasa iba dengan 愚公 (Yúgōng) dan keluarganya yang setiap hari dari pagi sampai sore menggali gunung tersebut. Akhirnya dewa meminta anak buahnya untuk membantu 愚公 (Yúgōng) memindahkan gunung, dan semua warga yang sebelumnya meragukan 愚公 (Yúgōng) sangat terkejut dan kagum.
Dari idiom 愚公移山 (Yúgōngyíshān), kita bisa mengambil nilai positif, selagi kita mau mencoba hal yang mustahil tanpa menyerah dan terus berusaha, kita akan mendapatkan hal yang kita inginkan tersebut. Bahwa sebenarnya tidak ada yang mustahil di dunia ini jika kita sebagai manusia mau berusaha dengan semaksimal mungkin.
Sumber:
https://youtu.be/j3xqdjWds-I
Sumber gambar:
https://o.quizlet.com/NB-a-V69rbIMgU1fcszY1w.jpg